Komunitas Sekolahrumah
PKBM Homeschooling
Pewaris Bangsa
Tentang Kami.
PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa adalah Satuan Pendidikan Non Formal yang mewadahi para pelaku homeschooling/sekolah rumah. Sebagai mitra pesekolahrumah, lembaga pendidikan ini memfasilitasi forum komunikasi, pembinaan orang tua/keluarga pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang memerlukan, serta legalitas sesuai dengan regulasi dari pemerintah.
PKBM Homeschooling Pewaris Bangsa juga memberi kepercayaan kepada para orang tua untuk dapat menyelenggarakan pendidikan bagi putra-putrinya secara sadar dan terencana dengan suasana kondusif supaya potensi yang unik dapat berkembang secara maksimal.
Bagaimana Komunitas Ini Terbentuk?
Berawal dari keluarga-keluarga yang menyelenggarakan homeschooling (sekolah rumah) bagi anak-anaknya di Bandung, terbentuklah suatu komunitas homeschooling yang bernama Pewaris Bangsa di tahun 2009.
Saat itu, jumlah pelaku sekolah rumah terus bertambah sehingga dirasa Karena itu dirasa perlu untuk membentuk suatu lembaga yang dapat mewadahi para pelaku sekolah rumah dalam legalitas, kegiatan belajar bersama juga forum komunikasi di antara keluarga.
Akhirnya, para keluarga ini melalui Ibu Sanny Darman mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Kota Bandung yang berawal dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) berbasis keluarga dan kemudian berlanjut dengan Satuan Pendidikan Non Formal dalam bentuk Komunitas Homeschooling yang kemudian berganti menjadi PKBM (Pusan Kegiatan Belajar Masyarakat).
Lembaga ini mendapat ijin operasional dari Dinas Pendidikan Kota Bandung tahun 2010 dan kemudian terdaftar sebagai Satuan Pendidikan Non Formal di Direktorat Pendidikan Kesetaraan Kemendikbud.
Visi, Misi dan Tujuan Pewaris Bangsa
VISI:
Terwujudnya generasi yang beriman, berkarakter, dan berpengetahuan yang mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri serta kolaboratif, sehingga menjadi pewaris bangsa yang berdaya saing, berkepribadian luhur, dan siap membangun bangsa dan negara Indonesia.”
MISI:
1. Menyelenggarakan pendidikan berbasis keluarga yang menempatkan orang tua sebagai pendidik utama sehingga terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, nyaman, dan penuh kasih.
2. Menghargai keunikan setiap peserta didik dengan memberikan ruang kemerdekaan belajar sesuai minat, bakat, potensi, dan gaya belajar masing-masing.
3. Mengoptimalkan digitalisasi pembelajaran untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas proses belajar, menumbuhkan literasi digital, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi.
4. Membina peserta didik menjadi pembelajar mandiri yang mampu mengatur, mengarahkan, dan mengembangkan proses belajarnya secara sadar, aktif, bertanggung jawab, serta siap belajar sepanjang hayat.
5. Membangun kerja sama antara keluarga, tutor, dan komunitas belajar untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan berorientasi pada pengembangan potensi anak secara utuh.
NILAI-NILAI:
1. Mengembalikan tanggung jawab pendidikan kepada keluarga
2. Menghargai keunikan setiap peserta didik
3. Mendukung peserta didik sebagai orang saat pembelajar mandiri.